Langsung ke konten utama

Ejaan, Ragam, serta Istilah dan Kata dalam Bahasa Indonesia



EJAAN, RAGAM, SERTA ISTILAH DAN KATA DALAM BAHASA INDONESIA


A.      EJAAN DALAM BAHASA INDONESIA

1.       Pengertian Ejaan
Ejaan adalah cara dalam menggambarkan bunyi baik kata, frasa, kalimat atau yang lainnya kedalam bentuk tulisan atau huruf-huruf serta aturan mengenai tanda baca. Secara etimologis, definisi ejaan ini lebih ditekankan pada segi sejarahnya yakni dengan mempertahankan unsur yang tidak terealisasikan dalam sistem bunyi suatu bahasa.

2.       Tujuan Ejaan
Tujuan dari adanya ejaan adalah untuk memudahkan para pembaca dalam memahami informasi yang disampaikan dalam bacaan secara tertulis.

3.       Fungsi Ejaan
Fungsi utama dari adanya ejaan adalah untuk menunjang pembakuan tata bahasa indonesia baik kaitannya dengan kosa kata maupun peristilahan.

Adapun fungsi khususnya adalah sebagai berikut:
1.       Sebagai landasan pembakuan kosa kata dan peristilahan
2.       Sebagai landasan pembakuan tata bahasa
3.       Sebagai alat penyaring dari masuknya unsur-unsur bahasa lain secara kosa kata serta peristilahan dalam bahasa indonesia

4.       Sistem Ejaan di Indonesia
a.       Ejaan Van Ophuijsen
Ditetapkan pada tahun 1901 dengan ejaan berbahasa Melayu dengan menggunakan huruf latin.
b.      Ejaan Suwandi
Ejaan ini dikenal juga sebagai ejaan republik dan diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 sampai 1972.
c.       Ejaan Pembaruan
Ejaan ini disebut juga dengan Ejaan Yang Disempurnakan atau EYD. Berlaku sejak 1972 hingga sekarang. Adapun motif lahirnya EYD adalah sebagai berikut:
1.       Menyesuaikan ejaan bahasa Indonesia dengan perkembangan bahasa Indonesia
2.       Membina ketertiban dalam penulisan huruf dan tanda baca
3.       Memulai usaha pembakuan bahasa Indonesia secara menyeluruh
4.       Mendorong pengembangan bahasa Indonesia





B.      RAGAM BAHASA INDONESIA
Sebagaimana fungsi utamanya, bahasa digunakan sebagai alat komunikasi kita dalam berinteraksi. Apalagi kita sebagai makhluk sosial tentunya tidak pernah lepas dan membutuhkan orang lain. Untuk bisa terjalin interaksi yang baik dengan orang lain tentunya kita harus menggunakan bahasa yang baik dan benar. Bertutur  kata yang sopan agar orang lain merasa nyaman saat berbicara dengan kita. Namun, apakah kalian tahu bahwa dalam penggunaan bahasa sendiri, terdapat beberapa ragam bahasa yang dapat digunakan sesuai keperluan dan latar belakangnya.
1.       PENGERTIAN RAGAM BAHASA

Ragam Bahasa merupakan variasi bahasa menurut pemakaian yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.

Adapun  faktor faktor yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa:
a. Faktor budaya dan letak geografis
b. Faktor ilmu pengetahuan
c. Faktor sejarah

2.       JENIS JENIS RAGAM BAHASA
A.      Ragam bahasa berdasarkan media:
1.       Ragam bahasa lisan
Merupakan ragam bhasa yang diungkapkan melalui media lisan. Melalui media lisan ini kita lebih mengetahui situasi pengungkapannya dan dapat membantu pemahaman karena dalam menggunakan ragama bahasa lisan ini sang pembicara terlihat lebih ekspresif dimana hal itu terlihat dari mimik, intonasi  dan gerak tubuh sang pembicara. Penggunaan ragam lisan ini dapat sering kita temui pada saat seserorang berpidato, memberi sambutan atau percakapan antar teman.
Jika ragam bahasa lisan itu dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat dikatakan sebagai  ragam tulis tetapi tetap disebut dengan ragam bahasa lisan, hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulisan.
Ciri-ciri ragam bahasa lisan:
a.       Terdiri dari 2 orang atau lebih
b.      Tergatung pada situasi, kondisi, rauang dan waktu
c.       Tidak memperhatikan unsur gramatikal, hanya perlu intonas dan bahsa tubuh
d.      Berlangsung cepat
e.      Dapat berlangsung tanpa adanya alat bantu
2.       Ragam tulis
Ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis tidak terikat dengan ruang dan waktu. Ragam tulis antara lain meliputi:
a.       Ragam bahasa teknis
b.      Ragam bahasa undang-undang
c.       Ragam bahasa catatan
d.      Ragam bahasa surat
Ciri-ciri:
1.       Tidak memerlukan orang kedua atau teman berbicara
2.       Tidak bergantung pada situasi, ruang, serta waktu
3.       Harus memperhatikan gramatika
4.       Berlangsung lambat
5.       Memakai alat bantu
6.       Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi
7.       Tidak bisa menggunakan mimik, intonasi ataupun gerak tubuh
B.      Ragam bahasa berdasarkan cara pandang penutur:
1.       Ragam Daerah
Biasa dikenal dengan nama logat atau dialek, dibedakan menjadi 4 yaitu:
a.       Dialek regional
b.      Dialek sosial
c.       Dialek temporal
d.      Idiolek
2.       Ragam pendidikan
Terdiri dari:
a.       Ragam bahasa baku, biasanya dipergunakan pada situasi resmi, kalangan terdidik, karya ilmiah ataupun surat resmi.

b.      Ragam bahasa tidak baku, biasanya digunakan pada situasi yang non-resmi, percakapan antar teman.
C.      Ragam bahasa berdasarkan wacana:
a.       Ragam ilmiah
b.      Ragam populer

D.      Ragam bahasa berdasarkan hubungan antarpembicara:
a.       Ragam bahasa resmi
b.      Ragam bahasa akrab
c.       Ragam bahasa agak resmi
d.      Ragam bahasa santai
E.       Ragam bahasa berdasarkan topik pembicaraan:
a.       Ragam bahasa ilmiah
b.      Ragam hukum
c.       Ragam bisnis
d.      Ragam agama
e.      Ragam sosial
f.        Ragam kedokteran
g.       Ragam sastra



C.      ISTILAH DAN KATA DALAM BAHASA INDONESIA

1.       PENGERTIAN ISTILAH
Istilah adalah kata atau frasa yang dipakai sebagai nama atau lambang yang dengan cermat mengungkap makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

2.       PERSYARATAN ISTILAH
a.       Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang paling tepat untuk mengungkapkan konsep yang dimaksud dan tidak menyimpang dari makna aslinya.
b.      Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang paling singkat diantara pilihan yang ada dan mempunyai rujukan yang sama.
c.       Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang bernilai baik.
d.      Istilah yang dipilih adalah kata atau frasa yang baik untuk didengar.
e.      Istilah yang dipilih adalah kata tau frasa yang bentuknya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

3.       MACAM MACAM ISTILAH
Istilah terdiri dari 2 macam yaitu istilah umum dan istilah khusus.
1.       Istilah umum adalah istilah yang menjadi unsur bahasa dan telah digunakan secara umum. Contohnya seperti:
a.       Televisi
b.      Iritasi
c.       Pengobatan
d.      Anggaran
2.       Istilah khusus adalah istilah yang pemakaiannya dan maknanya dalam satu bidang. Contohnya seperti:
a.       Agroteknologi
b.      Evaporasi
c.       Alih guna lahan


1.       PENGERTIAN KATA
Kata ‘kata’ dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia diambil dari bahas sansekerta yaitu ‘khata’ berarti ‘konversasi’, ‘bahasa’, ‘cerita’, atau ‘dongeng’, namun dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia kata  ‘kata’ mengalami penyempitan arti samantis menjadi kata. Sedangkan menurut KBBI kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.

2.       KATA IMBUHAN
Secara umum, pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada dibagian sebelumnya. Adapun jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokan menjadi sebagai berikut:
a. Imbuhan sederhana, hanya terdiri dari awalan dan akhiran
·         Awalan: me-, ber-, di-, ter-, ke-, pe-, per-, dan se-
·         Akhiran: -kan, -an, -i, -lah, dan –nya
b. imbuhan gabungan, gabungan dari satu awalan dan akhiran
·         Ber-an dan ber-i
·         Di-kan dan di-i
·         Diper-kan dan diper-i
·         Ke-an dan ke-i
·         Me-kan dan me-i
·         Memper-kan dan memper-i
·         Pe-an dan pe-i
·         Se-nya
c. Imbuhan Spesifik, digunakan hanya untuk kata-kata tertentu (serapan asing)
·         Dengan awalan: me-, sisipan: -in, -em, -el, dan –er, serta akhiran: -man, -wan, -wati, -ita.
3.       SYARAT-SYARAT PEMILIHAN KATA
1.       Makna Denotatif dan Konotatif. Makna Denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit.  Makna Konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.
2.       Makna Umum dan Khusus.
3.       Makna Abstrak dan Konkret. Kata yang acuannya semakin mudah diserap oleh pancaindra maka disebut dengan Kata Konkret.
4.       Sinonim adalah kata yang memiliki persamaan makna tetapi bentuknya berlainan.
5.       Kata Ilmiah dan Populer, merupakan kata kata yang logis dari bahasa asing yang dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.
4.            KETEPATAN PILIHAN KATA
Ketepatan pilihan kata yang dimaksud disini adalah pemakaian kata yang artinya mirip dan berhubungan.  Kata yang digunakan harus sesuai dengan nuansa makna kata itu masing-masing.  Maka agar bisa menggunakan kata yang tepat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemakaian diksi yang memperhatikan konsep hubungan makna kata-kata. Seperti penggunaan kata yang bermakna Denotatif-Konotatif, Umum-Khusus, Abstrak-Khusus, Sinonim, Ilmiah-Populer.

Komentar