FENOMENA
KETIDAKSETIAAN DAN MEMUDARNYA KEDAULATAN BAHASA INDONESIA PADA GENERASI
MILENIAL
Sebagaimana yang kita ketahui
bahwa Indonesia memiliki beribu ragam bahasa daerah yang menjadi ciri khas unik
dari salah satu budaya Indonesia yang harus tetap dilestarikan, belum lagi
adanya Bahasa Indonesia yang memiliki peran sebagai bahasa pemersatu sekaligus
identitas bangsa Indonesia. Dari adanya bahasa Indonesia, rakyat Indonesia dari
daerah maupun suku yang berbeda bisa dengan mudah saling berkomunikasi menjalin
hubungan persaudaraan bahkan persatuan bangsa. Bahasa indonesia menjadi sesuatu
yang harus tetap dijaga karena untuk dapat menggunakan atau berbicara bahasa
Indonesia dengan bebas, para pejuang bangsa harus melalui perjuangan yang
begitu gigih.
Indonesia sebagai negara yang
terbuka sebenarnya sudah sejak dahulu menerima bahasa asing, mulai bahasa Arab,
Tiongkok, Spanyol, Belanda, dan lain-lain. Tentunya sudah tidak asing lagi
bukan mendengar istilah globalisasi? Globalisasi ini seringkali dikaitkan
dengan interaksi antar negara di dunia. Pada zaman yang telah modern ini,
setiap negara didunia secara terbuka menerima arus globalisasi. Pastinya
globalisasi ini membawa dampak baik bagi setiap negara, lewat adanya arus
globalisasi perkembangan suatu negara akan lebih cepat terutama dibidang ilmu
pengetahuan dan teknologi. Dengan adanya teknologi yang maju, masyarakat
didunia dapat mudah terintegrasi. Namun, tak semua pengaruh globalisasi bisa
dikatakan baik, sesuai dengan bagaimana masyarakat di negara tersebut
menerimanya. Di Indonesia sendiri kecintaan dalam penggunaan bahasa Indonesia
sudah mulai memudar dan tergantikan oleh bahasa gaul yang dianggap keren oleh
para kalangan remaja. Bahasa gaul sendiri pada umumnya sebagai alat komunikasi
dengan penggunaan bahasa yang santai untuk dipakai dalam pergaulan diantara
sekelompok remaja. Adanya bahasa gaul ini sebagai bentuk pengungkapan ekspresif
dari para remaja, contoh kata dalam bahasa gaul diantaranya seperti mager,
santuy, gaje, mantul, kuy, ucul, dan lain-lain. Namun yang sangat disayangkan
disini penggunaan kata kata dalam bahasa gaul diubah yang hanya dimengerti oleh
mereka, kata katanya pun telah melenceng dari kata dalam bahasa indonesia,
sehingga dalam situasi ini mengakibatkan penggunaan bahasa Indonesia yang tidak
baik dan tidak benar.
Penggunaan bahasa gaul oleh
masyarakat luas, tentunya jika dibiarkan akan menimbulkan dampak negatif bagi
bangsa Indonesia sendiri. Pertama, eksistensi bahasa Indonesia semakin memudar
dan erat kaitannya dengan budaya sebuah generasi, jika generasi tetap dibiarkan
tenggelam dalam penggunaan bahasa gaul mungkin bahasa Indonesia akan semakin
pudar fungsinya sebagai bahasa nasional sekaligus identitas bangsa Indonesia.
kedua, menurunnya minat generasi muda untuk mau belajar bahasa Indonesia. belum
lagi karena adanya pengaruh arus globalisasi,yang salah satunya memudahkan
bahasa asing untuk mudah dipelajari,
bahasa asing dianggap dianggap lebih baik dan menjadi ukuran derajat
kepintaran seseorang. Dari hal ini dapat menurunkan lagi derajat bahasa Indonesia di mata orang awam. Ketiga, menurunnya rasa nasionalisme para
generasi penerus bangsa terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang
keduanya sama sama menjadi ciri khas dan identitas bangsa yang seharusnya
selalu dijaga dan dilestarikan oleh para rakyat Indonesia.
Oleh karena itu, rakyat Indonesia
diharapkan bersama sama selalu menjaga dan menggunakan bahasa Indonesia dengan
baik dan benar dan sikap ini harus
sejalan dengan kesepakatan bangsa pada peristiwa Sumpah Pemuda yang mengukuhkan peran dan kedudukan bahasa
Indonesia. adapun upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak negatif yang
ditimbulkan dalam penggunaan bahasa asing ataupun gaul adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan rasa kebanggan
dalam memiliki dan menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai keperluan dan
kemanfaatnya yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat bangsa Indonesia.
2. Menghindari penggunaan bahasa
asing maupun bahasa gaul secara berlebihan atau diluar garis ketentuan dan
kebijakan yang telah ditentukan.
3. Meningkatkan frekuensi
pembiasaan penggunaan bahasa Indonesia delam semua kesempatan dan aktivitas baik
resmi maupun tidak resmi.
Kita sebagai bangsa Indonesia
sudah sepatutnya bangga dengan apa yang kita miliki, dengan bahasa Indonesia yang kita miliki
bukan dengan gaya kebarat-baratan yang dianggap kerel dan gaul. Kita juga
sebagai gernerasi muda sudah menjadi kewajiban kita untuk melestarikan dan
menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar baik dalam penggunaan
keseharian maupun dalam situasi yang resmi sekalipun.
Komentar
Posting Komentar