Langsung ke konten utama

FEATURE BIOGRAFI - Tokoh Inspiratif Sok Hok Gie



TOKOH MUDA SOE HOK GIE


Tokoh Soe Hok Gie adalah salah satu tokoh pemuda yang memiliki kegemaran membaca, dan menulis. Soe Hok Gie gemar menulis catatan harian seorang demonstran, kegemarannya dalam  menulis sudah ia lakukan sejak SMP. Soe Hok Gie Lahir pada tanggal 17 desember 1942, wafat pada tanggal 16 desember 1969 yang berarti umurnya 27 tahun. Dari tokoh pemuda ini banyak sekali Gagasan dan pemikiran beliau yang dapat kita serap.

Kata Gie, ada pertanyaan pertama yang harus kita jawab pada diri kita sendiri Who Am I? Jadi tanyakan pada diri sendiri siapa dirimu? Soe hok gie dengan tegas telah menjawab bahwa beliau adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tetapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan, beliau bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih penting yaitu Kebenaran. Dalam hal ini, banyak sekali orang yang kini sibuk memamerkan dirinya mengejar kepopuleran tanpa meningkatkan kualitas dari dalam dirinya. Dikenal maupun tidak dikenal orang kata Gie bukanlah suatu masalah karena yang lebih penting adalah Kebenaran. Hiduplah diatas landasan kebenaran yang ideal, maksudnya orang tak bisa hidup tanpa adanya keyakinan kebenaran.
Setelah kenali diri, hal yang harus kita tegaskan lagi adalah kemerdekaan atau kebebasan. Kata Gie hanya ada 2 pilihan, menjadi apatis atau mengikuti arus. Tetapi Gie memilih untuk menjadi manusia yang merdeka. Apatis itu adalah orang yang tidak yakin atau pesimis kalau perubahan bisa dilakukan.  Sedangkan orang yang mengikuti arus juga tidak berbuat apapun. Keduanya sama sama pasif. Kata Gie, Jadilah manusia yang merdeka. Kita sebagai manusia memiliki tugas sebagai khalifah, jadilah manusia yang bernilai dan penuh arti. Kebaikan yang kamu lakukan adalah keputusan dari dirimu sendiri. Jika sudah jelas konstitusi dirimu maka bebaskan dirimu, mandirikanlah dirimu. Kemerdekaan atau kebebasan kita untuk mewarnai kemerdekaan bangsa kita. Kata Soekarno Kemerdekaan yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 hanya sebuah alat untuk mencapai kemerdekan bukan menjadi tujuan. Kata Gie kemerdekaan adalah mimpi yang menjadi kenyataan, tetapi kemerdekaan adalah gedung yang kosong dan kita sebagai pendukungnya adalah yang mengisi dari  kemerdekaan tersebut.

“Kalau kemenangan revolusi dianggap sebagai tujuan maka revolusi’45 sudah berhasil. Tapi aku kira revolusi itu hanya alat untuk mencapai keadilan dan kemakmuran. Yang terang tidak hanya untuk ekonomi. Dalam penjajahan dulu kita sudah mendapat suatu ekonomi yang baik. Indonesia yang makmur aman dan seterusnya. Tetapi Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tjipto, dan lain-lain menuntut suatu yang tidak hanya perut belaka, melainkan kebebasan dalam arti umum, juga hak untuk menentukan nasib sendiri”. Dalam mengisi kemerdekaan kita mencoba untuk merealisasikan ide ide kemanusiaan yang paling luhur hal ini juga mencapai kepada demokrasi politik perseorangan, keadilan sosial, penyederhanaan kelas-kelas dan lain sebagainya dengan pengakuan kedaulatan. Jadi, mari merdeka, menentukan nasib sendiri, dan mandiri.

“Mimpi terbesar saya yang ingin saya laksanakan agar mahasiswa indonesia berkembang menjadi manusia manusia yang biasa” sebagaimana manusia yang tidak mengingkari hidupnya sebagai manusia, mahasiswa dan pemuda. Penuhi fitrah kemanusiaan yang sederhana saja, yang tidak harus istimewa. “Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok berkuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik aya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi” Makin redup idealisme dan heroisme pemuda, makin banyak korupsi. Jika mahasiswa tidak memiliki idealisme dan heroisme maka tidak ada demo, maka dari itu anak muda menjadi kunci. Jadilah manusia yang mengenali hal yang manusiawi jangan jadi elit yang berkuasa.

Realitas baru yang dihadapi para pemuda yang penuh dengan idealis. Orang orang dengan aneh dan kasihan akan melihat para pemuda yang idealis sambil geleng-geleng kepala: ‘dia pandai dan jujur, tetapi sayangnya kakinya tidak menjejak tanah’. Artinya siap siap bagi pemuda  idealis akan dikritik seperti ini dengan dia pintar, pemikirannya melangit tetapi tak melihat kenyataan. Tetapi jika kamu adalah manusia yang non-kompromistis, orang orang akan melihat kamu tidak membumi, tidak tahu kenyataan dan situasi serta pantang menyerah. Tetapi jika kamu tidak bisa maka ambil jalan yang lain artinya dia kompromi dengan situasi yang hanya mengikuti arus. Artinya hanya mengikuti arus dan tidak ada idealisme.

“Bidang seorang sarjana adalah berfikir dan mencipta yang baru, mereka harus bisa bebas dari segala arus masyarakat yang kacau. Tetapi mereka tidak bisa terlepas dari fungsi sosialnya. Yakni bertindak demi tanggung jawab sosialnya, apabila keadaan telah mendesak. Kaum intelejensia yang terus berdiam didalam keadaan yang mendesak telah melunturkan semua kemanusiaan” maksudnya bergerak, berjuanglah saat ada hal yang dirasa tidak benar, jangan jadi manusia yang apatis, mengikuti arus dan diam saat ada hal yang tidak benar.
Pandangan Soe Hok Gie tentang politik. Bagiku Kadang kadang dalam hidup kita harus melakukan yang tidak kita suka, tetapi jika kita diam saja dan hanya mengikuti arus ketika sudah melakukannya maka nantinya akan adanya kerusakan.

Pandangan Soe Hok Gie mengenai perjuangan adalah  hidup yang berani adalah hidup yang berjuang bukan hidup yang pasif atau yang mengalir saja. Banyak hal yang harus diperjuangkan disekiling kita banyak gejala non-humanis yang terjadi, berjuanglah sesuai kemampuanmu.  Perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan tanpa pamrih.

Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seperti slogan ‘bersatu kita teguh’ tetapi pada kenyataan nya masih terjadi keributan dimana dimana. Artinya jika ingin berjuang maka jangan hanya berhenti di slogan-slogan yang kita serukan. Orang hanya dapat mencintai sesuatu dengan sehat kalau ia mengenal obejeknya. Dan mencintai Indonesia hanya bisa dilakukan jika kita mengenal indonesia bersama rakyatnya dari dekat.

Komentar